Berhemat Pasti Bermanfaat

Tanggal 27 April 2008, pemerintah mencanangkan gerakan penyelamatan kelangsungan ketersediaan listrik untuk masyarakat Indonesia. Gerakan ini dinamakan Gerakan Hemat Listrik Nasional (GHLN). Dalam gerakan ini, setiap pelanggan PLN dihimbau untuk mengurangi konsumsi listrik sebesar 20%.

Untuk bisa lebih efektif dipraktekan masyarakat, pemerintah mengenakan batas konsumsi hemat yang harus ditaati oleh pelanggan R3 6.600 VA. Artinya bila konsumsi pelanggan di golongan tersebut melebih batas konsumsi hemat, tarif yang dikenakan pada setiap kWh kelebihannya adalah tarif listrik non-subsidi. Batas konsumsi hemat yang digunakan merupakan 20% dari konsumsi rata-rata nasional tahun 2007.

Direncanakan program ini akan berlanjut ke pelanggan di golongan lain. Walau begitu, saat ini setiap pelanggan PLN diharapkan untuk berkontribusi pada GHLN dengan mengurangi konsumsi listrik setidaknya 20%. Hemat listrik kini tak hanya memberi kesempatan kita untuk menyisihkan tabungan yang lebih banyak tiap bulannya. Dengan berhemat listrik kita juga dapat berperan menyelamatkan negara.

Melonjaknya harga minyak mentah dunia yang telah melampaui titik 140 dolar per barel (1 barel sekitar 159 liter, belum proses menjadi BBM layak konsumsi) sangat berpengaruh pada ketersediaan listrik nasional. Hingga kini suplai listrik Indonesia 60% masih mengandalkan pembangkit berbahan bakar minyak. Pembangkit listrik berbahan bakar minyak rata-rata untuk menghasilkan 1 kWh listrik dibutuhkan 3 liter solar.

Kondisi ini tentunya kian melebarkan selisih harga produksi dan tarif listrik. TDL 2004 mengenakan tarif termahal (hanya) Rp 495 untuk pelanggan rumah tangga hingga 2.200 VA. Bahkan untuk pelanggan R1 450 VA juga menikmati listrik sejumlah 30 kWh dengan harga Rp 169. Selisih biaya produksi dan tarif listrik yang dikenakan ke pelanggan PLN tentunya ditanggung negara melalui mekanisme subsidi. Walhasil beban subsidi listrik di APBN terus membengkak mengiringi harga minyak dunia.

Target penghematan 20% sebenarnya sangat mungkin dan mudah dilakukan. Intinya ada pada perencanaan dan ketaatan kita pada rencana yang telah kita tentukan. Dengan berhemat listrik, pasti banyak manfaat yang bisa kita dapat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Sri Nugroho Adywibowo
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan
PT PLN (Persero) Distribusi Jateng dan DIY