Perhatian Pada Instalasi Listrik, Cegah Korseleting

Energi listrik sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Namun, banyak orang yang menyepelekan jaringan atau instalasi listrik untuk dipelihara dan dilindungi.

Di Indonesia, hampir 80% kasus kebakaran disebabkan hubungan singkat, atau yang kita kenal sebagai korsleting.

Korseleting terjadi karena adanya hubungan kawat positif dan negatif yang beraliran listrik. Hal ini disebabkan isolasi kabel rusak. Banyak penyebab mengapa isolasi kabel dapat rusak antara lain gigitan binatang, usia kabel yang tua, mutu kabel jelek dan penampang kabel terlalu kecil yang tidak sesuai dengan beban listrik yang mengalirinya.

Misalnya kabel untuk ukuran 12 ampere dialiri arus listrik 16 ampere, beban ampere yang bertambah bisa terjadi karena kabel tersebut dipakai untuk banyak peralatan listrik. Akibat yang terjadi adalah isolasi kabel menjadi panas. Suhu isolasi kabel dengan panas tinggi itu menyulut percikan apiĀ  yang akan membakar isolasi.

Aliran listrik bisa saja terputus secara otomatis oleh sekering. Namun percikan api yang kadung terjadi kemungkinan besar akan menyebabkan kebakaran. Bisa ditebak kebakaran bakal terus merembet karena isolasi kabel terbuat dari karet yang mudah terbakar.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan instalasi listrik agar terhindar dari hubungan singkat.

  1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
  2. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya yang tersambung. Jangan lebih atau kurang.
  3. Segera tutup atau ganti kabel-kabel listrik yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
  4. Pastikan untuk menggunakan material listrik yang berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia).
  5. Pangkas daun, ranting cabang pohon di depan rumah kita yang hampir maupun sudah menyentuh kabel jaringan listrik.
  6. Gunakan listrik yang memang menjadi hak untuk rumah kita. Jangan pernah mencoba mencuri listrik, menghambat putaran KWh meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.