PLN Menyapa

Sapa Pemuda dengan PLN Menyapa

Sekali lagi PLN Disjateng DIY memiliki program yang mendekatkan PLN ke pelanggan. Program ini dinamakan “PLN Menyapa”. Tujuan program ini adalah memberi pemahaman kepada masyarakat  perihal pengusahaan listrik di Indonesia. Listrik ternyata memiliki proses yang cukup panjang sebelum dapat dinikmati oleh pelanggan. Mulai dari listrik dibangkitkan kemudian disalurkan dan terakhir didistribusikan kepada pelanggan.

Tak hanya itu kondisi kelistrikan yang penuh tantangan dan hambatan juga mewarnai pengusahaan listrik di Indonesia. Kesemua materi itu dirangkum dalam sebuah materi presentasi yang disosialisasikan kepada masyarakat dalam program PLN Menyapa. Diharapkan pula setelah mengikuti program ini masyarakat dapat lebih menghargai penggunaan energi listrik dan menggunakan listrik sesuai prosedur demi menjamin keandalan pasokan listrik bagi pelanggan.

Program ini pertama kali diujicobakan di PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Semarang, yakni di wilayah Kelurahan Karangrejo, Semarang, Minggu (25/10). Khusus untuk APJ Semarang peserta yang disasar adalah para pemuda. Dalam sosialiasasi ini PLN APJ Semarang berkoordinasi organisasi Karang Taruna setempat. Manajer APJ Semarang Mulyono Widodo menyampaikan presentasi sosialisasi di hadapan para peserta yang terdiri dari pemuda dan masyarakat. Menurut Mulyono, pemuda berperan potensial dalam sosialisasi untuk menghargai penggunaan energi listrik. “Mereka cepat belajar dan memahami. Jadi sejak dini para pemuda tahu perihal kelistrikan agar saat mereka tua nanti dapat lebih terinformasi dan membaginya kepada yang lain,” tuturnya.

Sasaran PLN Menyapa dengan merangkul pemuda makin nampak pada ke 3 sosialisasi berikutnya.  Sosialisasi kali ini PLN APJ Semarang meyasar ke golongan pemuda yang lebih spesifik yakni para pelajar SMK. Pada Senin (26/1), digelar di Aula SMK Negeri 4 Semarang, Mulyono kembali menyampaikan hal serupa.

Selain melakukan presentasi perihal kelistrikan di Indonesia, di hadapan sekitar 70 pelajar SMK ini Mulyono juga menyemangati mereka agar terus belajar. “Saya pun lulusan SMK. Saya menjalani pendidikan D1 di SMK dan sampai Pascasarjana di ITS,” ucap dia. “Lulusan SMK juga hebat!”, serunya. “Sosialisasi ini juga tepat dilakukan di SMK karena mereka (para siswa-red) sudah  punya pemahaman yang baik tentang listrik,” katanya. Lanjut Mulyono dengan program ini diharapkan upaya penghematan listrik bisa ditularkan oleh para siswa kepada keluarga mereka di rumah. Sosialisasi PLN Menyapa selanjutnya dilakukan di SMK Negeri 7 dan SMK Negeri 3 Semarang.